TUHAN DI BAWAH BAYANG KAPITAL: TAFSIR KRITIS ATAS PANDANGAN KARL MARX TENTANG AGAMA

Authors

  • Andreas Geleda Manuk Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Dominggus Bara Liwu Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Arnoldus Nofrianus Koli Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Hubertus Ropon Efrem Lewuk Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Elioardus Lusin Fukuruas Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.69957/radix.v3i02.2504

Keywords:

Karl Max, Agama, Materialisme Historis, Kapitalisme, Alienasi, Ideologi dan Teologi Pembebasan

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara kritis pandangan Karl Marx mengenai agama dalam kerangka materialisme historis serta relevansinya terhadap realitas keberagamaan dalam konteks kapitalisme modern. Karl Marx memandang agama sebagai produk kesadaran yang teralienasi, yakni manifestasi psikologis dan sosial yang lahir dari kondisi material yang menindas. Dalam karya-karyanya, Marx menegaskan bahwa agama merupakan “keluh kesah makhluk tertindas” sekaligus “candu bagi rakyat,” karena memberikan penghiburan semu yang menutupi akar struktural penderitaan manusia. Penelitian ini berupaya menafsirkan ulang kritik tersebut dengan menempatkannya dalam dinamika kapitalisme global abad ke-21, terutama fenomena komodifikasi iman, teologi kemakmuran, dan subordinasi nilai-nilai religius di bawah logika pasar neoliberal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui penelaahan sistematis terhadap karya-karya Marx, literatur kritis para pemikir kontemporer, serta dokumen Gereja yang berkaitan dengan fungsi sosial-profetis agama. Peulisan ini menunjukkan bahwa kritik Marx tetap memiliki daya relevan yang kuat, khususnya dalam melihat bagaimana agama dapat direduksi menjadi instrumen ideologis bagi kepentingan ekonomi dan politik. Marx secara tepat mengidentifikasi peran agama sebagai legitimasi moral bagi ketimpangan sosial, sekaligus sebagai mekanisme pembentuk kesadaran palsu yang memelihara struktur kapitalistik. Namun demikian, penelitian ini juga menilai bahwa pendekatan Marx cenderung reduksionistik karena menafsirkan agama semata sebagai refleksi dari kondisi material, sehingga meniadakan otonomi spiritual dan potensi profetis agama untuk membebaskan manusia dari penindasan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama, apabila direfleksikan secara kritis, dapat bergerak melampaui fungsi ideologisnya dalam kapitalisme dan tampil sebagai kekuatan etis-transformasional. Dengan demikian, tafsir kritis atas pemikiran Marx tidak dimaksudkan untuk menolak agama, melainkan untuk membangun kesadaran baru agar agama kembali pada mandat profetisnya: membela martabat manusia, menyingkap ketidakadilan, dan mendorong transformasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa “Tuhan di bawah bayang kapital” bukan sekadar metafora, tetapi suatu realitas historis-sosiologis yang menuntut respon teologis yang lebih radikal, reflektif, dan emansipatoris.

References

Althusser, Louis. For Marx. Translated by Ben Brewster, London: Verso, 2005.

Boff, Leonardo. Faith on the Edge. San Francisco: Harper & Row, 1989.

Bowler, Kate. Blessed: A History of the American Prosperity Gospel. New York: Oxford University Press, 2013.

Cox, Harvey. The Market as God. Cambridge, MA: Harvard University Press, 2016.

Eagleton, Terry. Marx and Freedom. London: NLB, 1976.

---. Marxism and Literary Criticism. London: Routledge, 2002.

---. Reason, Faith, and Revolution: Reflections on the God Debate. New Haven: Yale University Press, 2009.

---. Why Marx Was Right. New Haven: Yale University Press, 2011.

Engels, Friedrich. Anti-Dühring. Moscow: Progress Publishers, 1947.

---. Anti-Dühring. Moscow: Progress Publishers, 1969.

Fransiskus, Paus. Evangelii Gaudium. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana, 2013.

Gramsci, Antonio. Selections from the Prison Notebooks. Edited and translated by Quintin Hoare and Geoffrey Nowell Smith, New York: International Publishers, 1971.

Gutiérrez, Gustavo. A Theology of Liberation: History, Politics, and Salvation. Translated by Sister Caridad Inda and John Eagleson, Maryknoll: Orbis Books, 1988.

---. A Theology of Liberation: History, Politics, and Salvation. Maryknoll: Orbis Books, 1973.

Hobsbawm, Eric. How to Change the World: Marx and Marxism 1840–2011. New Haven: Yale University Press, 2011.

Marx, Karl. A Contribution to the Critique of Hegel’s Philosophy of Right. Translated by Joseph O’Malley, Cambridge: Cambridge University Press, 1970.

---. Capital: A Critique of Political Economy. Vol. I, London: Penguin Classics, 1990.

---. Economic and Philosophic Manuscripts of 1844. Moscow: Progress Publishers, 1959.

---. Early Writings. Edited by T. B. Bottomore, New York: McGraw-Hill, 1964.

---. Zur Kritik der Hegelschen Rechtsphilosophie. In Marx-Engels Werke, Bd. 1, Berlin: Dietz Verlag, 1957.

Marx, Karl, and Friedrich Engels. The German Ideology. Edited by C. J. Arthur, London: Lawrence and Wishart, 1970.

---. The German Ideology. Berlin: Progress Publishers, 1968.

---. The German Ideology. Moscow: Progress Publishers, 1970.

McGrath, Alister E. Theology: The Basics. Oxford: Blackwell Publishing, 2012.

McLellan, David. Karl Marx: His Life and Thought. London: Macmillan, 1973.

Miller, Vincent J. Consuming Religion: Christian Faith and Practice in a Consumer Culture. New York: Continuum, 2003.

Moltmann, Jürgen. Theology of Hope. Translated by James W. Leitch, London: SCM Press, 1967.

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

Manuk, A. G., Liwu, D. B., Koli, A. N., Lewuk, H. R. E., & Fukuruas, E. L. (2025). TUHAN DI BAWAH BAYANG KAPITAL: TAFSIR KRITIS ATAS PANDANGAN KARL MARX TENTANG AGAMA. RADIX: Jurnal Filsafat Dan Agama, 3(02), 1–16. https://doi.org/10.69957/radix.v3i02.2504

Issue

Section

Agama dan Filsafat