https://www.aksiologi.org/index.php/radix/issue/feedRADIX: Jurnal Filsafat dan Agama2025-12-10T10:43:07+07:00Adminradixjurnal@gmail.comOpen Journal Systems<ul> <li>Journal Title : <strong>RADIX: Jurnal Filsafat dan Agama</strong> </li> <li>Initials : RADIX</li> <li>Grade : -</li> <li>Frequency : <strong>2 issues per year</strong></li> <li>DoI : <a href="https://doi.org/10.69957/radix.v3i01.2032"><strong>10.69957/radix.v3i01.2032</strong></a></li> <li>Online ISSN : <strong>2988-7240</strong></li> <li>Editor in Chief : <strong>Lukman Hakim</strong></li> <li>Publisher : <strong>KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN</strong></li> <li>Cite Analysis : <strong>Google Scholars</strong></li> <li>Indexing : <strong>GARUDA</strong></li> </ul> <p><strong>RADIX: Jurnal Filsafat dan Agama</strong> is a double -blind peer-reviewed open access journal established by Community of Research Laboratory.</p> <p><strong>RADIX: Jurnal Filsafat dan Agama</strong> e-ISSN: <strong>2988-7240</strong>, mempublikasikan hasil studi mengenai berbagai mainstream filsafat dan berbagai kajian agama adalah jurnal peer-review enam kali setahun, jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh bidang Aksiologi, <strong>KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)</strong>. Jurnal ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi <strong>Filsafat</strong> dan <strong>Agama</strong>,. <strong>RADIX: Jurnal Filsafat dan Agama</strong> menerima karya ilmiah untuk diterbitkan berupa artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online journal.</p>https://www.aksiologi.org/index.php/radix/article/view/2504TUHAN DI BAWAH BAYANG KAPITAL: TAFSIR KRITIS ATAS PANDANGAN KARL MARX TENTANG AGAMA2025-11-26T17:55:19+07:00Andreas Geleda Manukandreasgeledamanuk@gmail.comDominggus Bara Liwuerikliwu42@gmail.comArnoldus Nofrianus Kolirianarnold34@gmail.comHubertus Ropon Efrem Lewukhubertefrem@gmail.comElioardus Lusin Fukuruasfukuruaselio@gmail.com<p>Tulisan ini mengkaji secara kritis pandangan Karl Marx mengenai agama dalam kerangka materialisme historis serta relevansinya terhadap realitas keberagamaan dalam konteks kapitalisme modern. Karl Marx memandang agama sebagai produk kesadaran yang teralienasi, yakni manifestasi psikologis dan sosial yang lahir dari kondisi material yang menindas. Dalam karya-karyanya, Marx menegaskan bahwa agama merupakan “keluh kesah makhluk tertindas” sekaligus “candu bagi rakyat,” karena memberikan penghiburan semu yang menutupi akar struktural penderitaan manusia. Penelitian ini berupaya menafsirkan ulang kritik tersebut dengan menempatkannya dalam dinamika kapitalisme global abad ke-21, terutama fenomena komodifikasi iman, teologi kemakmuran, dan subordinasi nilai-nilai religius di bawah logika pasar neoliberal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui penelaahan sistematis terhadap karya-karya Marx, literatur kritis para pemikir kontemporer, serta dokumen Gereja yang berkaitan dengan fungsi sosial-profetis agama. Peulisan ini menunjukkan bahwa kritik Marx tetap memiliki daya relevan yang kuat, khususnya dalam melihat bagaimana agama dapat direduksi menjadi instrumen ideologis bagi kepentingan ekonomi dan politik. Marx secara tepat mengidentifikasi peran agama sebagai legitimasi moral bagi ketimpangan sosial, sekaligus sebagai mekanisme pembentuk kesadaran palsu yang memelihara struktur kapitalistik. Namun demikian, penelitian ini juga menilai bahwa pendekatan Marx cenderung reduksionistik karena menafsirkan agama semata sebagai refleksi dari kondisi material, sehingga meniadakan otonomi spiritual dan potensi profetis agama untuk membebaskan manusia dari penindasan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama, apabila direfleksikan secara kritis, dapat bergerak melampaui fungsi ideologisnya dalam kapitalisme dan tampil sebagai kekuatan etis-transformasional. Dengan demikian, tafsir kritis atas pemikiran Marx tidak dimaksudkan untuk menolak agama, melainkan untuk membangun kesadaran baru agar agama kembali pada mandat profetisnya: membela martabat manusia, menyingkap ketidakadilan, dan mendorong transformasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa “Tuhan di bawah bayang kapital” bukan sekadar metafora, tetapi suatu realitas historis-sosiologis yang menuntut respon teologis yang lebih radikal, reflektif, dan emansipatoris.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Andreas Geleda Manuk; Dominggus Bara Liwu; Arnoldus Nofrianus Koli; Hubertus Ropon Efrem Lewuk; Elioardus Lusin Fukuruas