ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI KECANTIKAN DALAM IKLAN AZARINE HYDRAZOOTHE SUNSCREEN GEL VERSI NATASHA WILONA
DOI:
https://doi.org/10.69957/relasi.v6i03.2971Keywords:
Semiotika Roland Barthes, Representasi Kecantikan, Iklan, Azarine, SunscreenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kecantikan dalam iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel yang dipublikasikan melalui media digital. Data penelitian diperoleh dari video iklan, tangkapan layar setiap adegan, serta unsur visual dan verbal yang muncul dalam iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal, kemudian menganalisisnya pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona merepresentasikan kecantikan perempuan sebagai sosok yang memiliki kulit sehat, segar, terawat, dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Pada tingkat konotasi, kecantikan dimaknai sebagai hasil dari perawatan diri melalui penggunaan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas harian. Pada tingkat mitos, iklan membangun pemahaman bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, melakukan self-care, dan tetap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi produk, tetapi juga membentuk makna sosial mengenai kecantikan perempuan modern yang identik dengan kulit sehat, terawat, dan terlindungi.
References
Agustin, C., Risnawati, R., dan Yusron, A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes pesan moral dalam islam pada iklan Aqua: “Sambut Kebaikan Ramadhan Bersama Aqua” di Instagram pada tahun 2021. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 2(1), 30–44. https://doi.org/10.47431/jkp.v2i1.260
Antika, T. R., Ningsih, N., dan Sastika, I. (2020). Analisis makna denotasi, konotasi, mitos pada lagu “Lathi” karya Weird Genius. Asas: Jurnal Sastra, 9(2), 61–71. https://doi.org/10.24114/ajs.v9i2.20582
Aulia, S. (2023). Penciptaan brand awareness melalui strategi komunikasi pemasaran pada iklan Videotron 3D Mobil Wuling. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 7(2), 463–472. https://doi.org/10.24912/jmieb.v7i2.27237
Baiti, H. U. N., dan Yanti, F. (2021). Relevansi iklan Shopee COD: Sebuah kajian pragmatik. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 2(1), 49–72. https://doi.org/10.22515/tabasa.v2i1.3493
Dewi, A. P., Rohmah, S. H. F., dan Putri, D. M. (2024). Struktur dan fungsi bahasa dalam wacana iklan kecantikan berbahasa Rusia di media sosial YouTube. Journal of Linguistic Phenomena, 2(2), 49–59. https://doi.org/10.24198/jlp.v2i2.51816
Dimas, T. A., Fitriani, N., dan Inderasari, E. (2020). Variasi dan fungsi ragam bahasa pada iklan dan slogan situs belanja online Shopee. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 137–148. https://doi.org/10.22236/imajeri.v2i2.5089
Fathoni, M. dan Fadillah, D. (2023). Representasi dan stereotip pada perempuan berkulit gelap dalam iklan “Fair and Lovely”. Jurnal Audiens, 2(1), 80–87. https://doi.org/10.18196/jas.v2i1.8837
Felik, Y., dan Manggu, B. (2024). Peran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan brand awareness dan penjualan: Pendekatan strategi. Mount Hope Management International Journal, 2(1), 91–99. https://doi.org/10.61696/momil.v2i1.392
Fidiyah, B., dan Mayasari, D. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes pada iklan Marjan. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 26(2), 130–141.
Hakim, L., dan Monalisa, O. (2022). Analisis semiotika Roland Barthes pada iklan Pocari Sweat versi ramadhan 1442 H. Mediakita 6(2), 133–146. https://doi.org/10.30762/mediakita.v6i2.451
Juliant, T. A. (2024). Representasi mitos dan kepercayaan lokal dalam film Sekawan Limo: Kajian semiotika Rolland Barthes. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2704–2729.
Kevinia, C., Aulia, S., dan Astari, T. (2022). Analisis teori semiotika Roland Barthes dalam film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia. COMMUSTY Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082
Nurrisa, F., dan Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(3), 793–800.
Pahleviannur, M. R., De Grave, A., Saputra, D. N., Mardianto, D., Hafrida, L., Bano, V. O., ... dan Sinthania, D. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Sukoharjo: Pradina Pustaka.
Prasetya, L. T. (2022). Representasi kelas sosial dalam film Gundala (Analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Audiens, 3(3), 91–105. https://doi.org/10.18196/jas.v3i3.12697
Wicaksono, A. R., dan Fitriyani, A. H. D. (2021). Analisis semiotik Roland Barthes pada iklan televisi Pertamina edisi Ramadan 1442 H. Acintya, 13(2), 155–164. https://doi.org/10.33153/acy.v13i2.3939
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Clarisya Bidari; Marini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA), yang berarti RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.
Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.








