RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (e-ISSN: 2807-6818)
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi
<ul> <li>Journal Title : <a href="https://aksiologi.org/"><strong>RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi</strong></a> </li> <li>Initials : <a href="https://aksiologi.org/"><strong>RELASI</strong></a></li> <li>Grade : <a href="https://drive.google.com/file/d/1BPyiT5rGszIb3VlvdgWNDyxAXTzlcInq/view?usp=sharing"><strong>SINTA 5</strong></a></li> <li>Frequency : <strong>4 issues per year</strong></li> <li>DoI : <a href="https://search.crossref.org/?q=+2807-6818&from_ui=yes"><strong>10.69957/relasi.v4i</strong></a></li> <li>Online ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2807-6818"><strong>2807-6818</strong></a></li> <li>Editor in Chief : <a href="https://aksiologi.org/index.php/relasi/AJLPT"><strong>Andia Jingga Langit Persada Timur, S.I. Kom., M. I.Kom</strong></a></li> <li>Publisher : <a href="https://ibnurochimconnection.blogspot.com/"><strong>Community of Research Laboratory</strong></a></li> <li>Cite Analysis : <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=3PaZhIcAAAAJ&view_op=list_works&authuser=2&gmla=AJsN-F53OrZW1ddtqbBjph_MAGrZBVsXCPqLvw2M2Y3jgGn37byaywxhhwEwFJMBXAiY8X06vV0wEv8GxoaUvcF0losDFAv2tg"><strong>Google Scholars</strong></a></li> <li>Indexing : <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/24928"><strong>GARUDA</strong></a></li> </ul> <p><strong>RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi</strong> is a double -blind peer-reviewed open access journal established by Community of Research Laboratory.</p> <p><strong>RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi</strong> (e-ISSN: 2807-6818) bertemakan:</p> <p><strong>Jurnalisme</strong>: membahas komunikasi di media dan jurnalisme<br /><strong>Penyiaran</strong>: membahas tentang komunikasi di televisi dan radio<br /><strong>Media Baru</strong>: membahas tentang komunikasi di media baru<br /><strong>Komunikasi Politik</strong>: Komunikasi yang menggunakan pesan dan aktor politik atau terkait dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan<br /><strong>Public Relations</strong>: membahas tentang public relation<br /><strong>Komunikasi Pemasaran</strong>: membahas tentang pemasaran dalam komunikasi</p>COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYAen-USRELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (e-ISSN: 2807-6818)2807-6818<p>Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:</p> <p>Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web <strong>RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi </strong>dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).</p> <p>Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi <em><strong>Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA)</strong></em>, yang berarti <strong>RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi </strong>berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.</p> <p>Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.</p>ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN POLEMIK PASPOR PEMAIN NATURALISASI TIM NASIONAL INDONESIA di Bola.com dan The Thao 247
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2841
<p>Penelitian ini mengkaji perbedaan framing media dalam konteks komunikasi internasional melalui pemberitaan polemik paspor pemain naturalisasi Tim Nasional Indonesia, dengan menempatkan media sebagai aktor yang mengonstruksi persepsi publik lintas negara melalui strategi narasi yang sistematis. Berlandaskan teori framing Robert Entman yang mencakup pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing terhadap enam artikel berita, masing-masing tiga artikel dari Bola.com dan tiga artikel dari The Thao 247 sebagai representasi media Indonesia dan Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan framing yang signifikan dan konsisten pada seluruh enam artikel yang dianalisis. <a href="http://bola.com">Bola.com</a> secara konsisten membingkai isu sebagai persoalan administratif dan regulatif melalui strategi issue containment yang membatasi makna polemik sekaligus melindungi legitimasi kebijakan naturalisasi Indonesia. Sebaliknya, The Thao 247 secara konsisten membingkai isu sebagai potensi pelanggaran yang mengancam integritas kompetisi melalui strategi issue amplification yang memperluas makna dan urgensi polemik. Perbedaan ini dibuktikan melalui kutipan tekstual langsung yang mencakup diksi, konstruksi headline, penyusunan lead, dan pemilihan narasumber yang berbeda secara konsisten di seluruh artikel, menunjukkan bahwa divergensi framing bukan bersifat insidental melainkan mencerminkan posisi editorial yang sistematis dibentuk oleh kepentingan nasional dan konteks kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media berfungsi sebagai strategi konstruksi realitas yang dibentuk oleh konteks nasional, menghasilkan persepsi publik yang berbeda terhadap peristiwa yang sama.</p>Muhammad Rifky ArdiawanDoan Widhiandono
Copyright (c) 2026 Muhammad Rifky Ardiawan; Doan Widhiandono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-242026-06-2460392110.69957/relasi.v6i03.2841KONSTRUKSI MEDIA ATAS KONDISI FISKAL APBN KUARTAL I 2025: ANALISIS FRAMING GAMSON DAN MODIGLIANI PADA SEGMEN BISNIS YOUTUBE KOMPAS TV
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2842
<p>Keterlambatan realisasi APBN Januari–Februari 2025 serta munculnya defisit fiskal pada awal tahun menjadi perhatian publik dan media. Kompas TV sebagai media arus utama turut memberitakan isu tersebut melalui segmen bisnis di platform YouTube. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Kompas TV membingkai pemberitaan mengenai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Gamson dan Modigliani terhadap dua video pemberitaan Kompas TV yang membahas keterlambatan realisasi APBN dan defisit fiskal pada Januari – Februari 2025. Data dianalisis melalui perangkat <em>framing devices </em>dan <em>reasoning devices. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV membingkai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025 sebagai situasi yang berada dalam tekanan dan ketidakpastian. Pemberitaan menekankan isu transparansi fiskal, penurunan penerimaan negara, dan defisit APBN melalui penggunaan <em>catchphrases, depiction, exemplaar, </em>dan <em>visual images</em>. Narasi sebab-akibat yang dibangun menempatkan keterlambatan realisasi APBN, manuver anggaran pemerintah, dan penurunan penerimaan negara sebagai akar permasalahan. Sementara, ketidakpastian pasar saham, kepercayaan publik, dan tekanan ekonomi nasional dikonstruksi sebagai konsekuensinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas TV tidak hanya menyampaikan informasi fiskal, tetapi juga mengonstruksi makna terkait kondisi fiskal yang berada dalam tekanan dengan menempatkan transparansi fiskal sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik, investor, dan stabilitas ekonomi nasional.</p>Nadjwa Dwi YulianitaAndika ViniantoM. Z. Al-Faqih
Copyright (c) 2026 Nadjwa Dwi Yulianita; Andika Vinianto; M. Z. Al-Faqih
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-192026-06-196031810.69957/relasi.v6i03.2842MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BERBASIS KNOWLEDGE, ATTITUDE, PRACTICE (KAP) OLEH KBPPPA KABUPATEN GRESIK DALAM MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT BERISIKO STUNTING DI DESA PONGANGAN
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2894
<p>Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model komunikasi pembangunan yang diterapkan oleh KBPPPA Kabupaten Gresik dalam membangun kesadaran masyarakat berisiko stunting di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBPPPA menerapkan model komunikasi perubahan perilaku berbasis Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) yang bersifat adaptif, berlapis, dan interaktif. Implementasinya mencakup empat tahapan: identifikasi kelompok sasaran berdasarkan tingkat pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi, penyusunan pesan persuasif yang kontekstual, penyebaran pesan melalui kombinasi komunikasi tatap muka dan digital, serta evaluasi triwulanan berbasis data portal GUS (Gresik Urus Stunting). Temuan juga mengungkap inovasi berupa program orang tua asuh, penggunaan figur otoritas sebagai strategi komunikasi, serta pendekatan preventif melalui aplikasi ELSIMIL bagi calon pengantin. Model KAP yang diterapkan terbukti melampaui asumsi liniernya karena dalam praktiknya dipengaruhi secara dinamis oleh faktor pengetahuan, sikap, ekonomi, dan budaya secara bersamaan. Meski efektif pada kelompok yang relatif stabil, model ini memiliki keterbatasan pada komunitas yang rentan secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Model Komunikasi Partisipatif agar masyarakat berperan sebagai subjek aktif, serta perluasan kolaborasi lintas sektor termasuk dengan pihak industri melalui program CSR.</p>Calvina IzumiMoh. Dey PrayogoJupriono
Copyright (c) 2026 Calvina Izumi; Moh. Dey Prayogo; Jupriono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-292026-06-29603223510.69957/relasi.v6i03.2894REPRESENTASI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA MELALUI SEMIOTIKA JOHN FISKE
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2896
<p>Penelitian ini bertujuan untuk membongkar representasi komunikasi keluarga serta fenomena "mati rasa" emosional dalam film <em>Perayaan Mati Rasa</em> karya Umay Shahab. Keluarga modern sering kali menghadapi kebuntuan interaksi di mana kehadiran fisik tidak selaras dengan keterikatan batin. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis teks media, penelitian ini menerapkan teori semiotika John Fiske (<em>The Codes of Television</em>) yang membedah tanda ke dalam tiga tingkatan: level realitas, level representasi, dan level ideologi pada 15 <em>scene</em> terpilih yang merepresentasikan disfungsi dan rekonsiliasi komunikasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa level realitas dikonstruksi lewat gestur kaku, keheningan (<em>silence</em>), dan ekspresi mikro tokoh Ian dan Uta. Pada level representasi, kebuntuan emosional diperkuat oleh pencahayaan <em>low-key</em>, sudut kamera <em>eye-level</em> yang intim namun berjarak, serta penataan ruang yang memisahkan karakter. Secara ideologis, film ini mengkritisi mitos maskulinitas patriarki (<em>toxic masculinity</em>) yang menuntut pria menyembunyikan kerapuhan emosional, sekaligus menawarkan ideologi rekonsiliasi bahwa pemulihan hubungan keluarga memerlukan keterbukaan dan penerimaan atas duka bersama. Kesimpulannya, film ini merepresentasikan bahwa komunikasi keluarga bukan sekadar pertukaran pesan verbal, melainkan sebuah ruang emosional yang membutuhkan kehadiran batin yang utuh.</p>Mochamad Ryan RefanoEdy SudaryantoHajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
Copyright (c) 2026 Mochamad Ryan Refano; Edy Sudaryanto; Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-292026-06-29603364210.69957/relasi.v6i03.2896FENOMENA DANA MASUK TANPA PERSETUJUAN NASABAH PADA PINJAMAN ONLINE : PERSPEKTIF BUDAYA PARTISIPATIF di MEDIA SOSIAL
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2921
<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong terbentuknya budaya partisipatif di media sosial, salah satunya terlihat pada fenomena dana masuk tanpa persetujuan nasabah dalam layanan pinjaman online (pinjol). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengguna TikTok berpartisipasi dalam membangun kesadaran mengenai fenomena tersebut melalui perspektif budaya partisipatif Henry Jenkins. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi digital terhadap dua video TikTok dari akun @Barengfikry beserta enam komentar pengguna yang dipilih sebagai data penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok berperan sebagai media edukasi yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko pinjaman online ilegal, sementara kolom komentar menjadi ruang interaksi tempat pengguna saling berbagi pengalaman, kekhawatiran, dan informasi mengenai langkah penanganan ketika menerima dana yang tidak diketahui asal-usulnya. Partisipasi pengguna tersebut mencerminkan karakteristik budaya partisipatif Jenkins, yaitu rendahnya hambatan untuk berpartisipasi, dukungan terhadap kreasi pengguna, terbentuknya relasi sosial, serta proses berbagi pengetahuan secara kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berfungsi sebagai ruang literasi digital yang efektif dalam mendorong kewaspadaan masyarakat terhadap praktik pinjaman online ilegal dan pentingnya perlindungan data pribadi.</p>Shalsabila Rahma AnnurizzaJazzycca SadiyonoKarina Sylvia PutriDoan Widhiandono
Copyright (c) 2026 Shalsabila Rahma Annurizza; Jazzycca Sadiyono; Karina Sylvia Putri; Doan Widhiandono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-102026-07-10603435810.69957/relasi.v6i03.2921PEMBINGKAIAN ISU DAMPAK EKONOMI AKIBAT BANJIR BESAR DI WILAYAH ACEH PADA MEDIA KOMPAS.COM
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2924
<p>Banjir besar di Aceh pada November-Desember 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat melalui gangguan aktivitas usaha, kerusakan infrastruktur, terganggunya sektor pertanian, serta ancaman ketahanan pangan. Media memiliki peran dalam membentuk pemahaman publik mengenai suatu bencana melalui proses konstruksi realitas dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kompas.com membingkai dampak ekonomi akibat banjir besar di wilayah Aceh menggunakan model <em>framing</em> Robert M. Entman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan analisis framing. Data penelitian berupa lima berita Kompas.com periode November-Desember 2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan relevansinya terhadap isu dampak ekonomi banjir. Analisis data dilakukan melalui empat elemen framing Entman, yaitu <em>define problem</em>, <em>diagnose causes</em>, <em>make moral judgement</em>, dan <em>treatment recommendation</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai banjir Aceh sebagai persoalan sosial-ekonomi yang dipengaruhi faktor alam dan struktural, dengan masyarakat terdampak sebagai kelompok yang membutuhkan dukungan pemulihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berperan dalam membentuk konstruksi realitas bencana melalui pemilihan dan penonjolan isu, serta memiliki implikasi penting bagi penguatan pemberitaan mengenai mitigasi dan pencegahan bencana jangka panjang.</p>Denaya Ratu FelishaIka Merdekawati KusmayadiGumgum Gumilar
Copyright (c) 2026 Denaya Ratu Felisha; Ika Merdekawati Kusmayadi; Gumgum Gumilar
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-102026-07-10603596510.69957/relasi.v6i03.2924FANATISME KOMUNITAS RRQ KINGDOM DALAM SCENE MOBILE LEGENDS SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI KRISIS PADA KALANGAN REMAJA PECINTA E-SPORT DI JAKARTA SELATAN
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2930
<p>Perkembangan pesat industri <em>e-sport</em> di Indonesia telah memicu kemunculan berbagai komunitas penggemar dengan loyalitas tinggi terhadap tim tertentu. Salah satu komunitas dengan basis massa terbesar adalah RRQ Kingdom, pendukung utama tim Rex Regum Qeon (RRQ) dalam skena kompetitif <em>Mobile Legends: Bang Bang</em>. Loyalitas anggota komunitas ini kerap bertransformasi menjadi fanatisme melalui ragam perilaku positif maupun negatif. Pada situasi tertentu, fanatisme tersebut melahirkan respons komunikasi krisis, seperti pembelaan agresif, penyebaran opini, konflik antar-fandom, hingga kritik tajam terhadap manajemen saat tim menghadapi permasalahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk fanatisme komunitas RRQ Kingdom serta menganalisis perannya sebagai manifestasi komunikasi krisis di kalangan remaja pecinta <em>e-sport</em> di Jakarta Selatan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengaplikasikan <em>Situational Crisis Communication Theory</em> (SCCT) guna mengkaji signifikansi respons komunikasi saat krisis dan dampaknya terhadap persepsi publik. Hasil penelitian menunjukkan fanatisme anggota bermanifestasi melalui loyalitas emosional, ikatan identitas kelompok, serta agresi proaktif saat membela tim. Dinamika fanatisme ini memicu ragam komunikasi krisis, termasuk pembentukan opini publik, dukungan moral, dan penyebaran informasi secara masif. Komunikasi ini berperan strategis menjaga citra tim sekaligus memengaruhi reputasi organisasi <em>e-sport</em> tersebut.</p>Muhammad Fadhil Aqmar RosanHenny YusaliaGita Astrid
Copyright (c) 2026 Muhammad Fadhil Aqmar Rosan; Henny Yusalia; Gita Astrid
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-232026-07-2360310311910.69957/relasi.v6i03.2930BUDAYA PARTISIPATIF DALAM KONTEN AKUN INSTAGRAM @PASOEPATIPATROL: STRATEGI PELESTARIAN DAN PENGENALAN MUSIK PATROL
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2967
<p>Musik patrol merupakan kesenian tradisional perkusi khas Jawa Timur yang menghadapi tantangan marginalisasi akibat globalisasi dan dominasi budaya digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya partisipatif terbentuk dan terwujud dalam Komunitas Pasoepati Patrol melalui akun Instagram @pasoepatipatrol sebagai upaya pelestarian dan pengenalan musik patrol di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur bersama ketua komunitas, observasi non-partisipan, dan dokumentasi digital terhadap 14 konten sampel periode Juli–Desember 2025. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Budaya Partisipatif Henry Jenkins dan Teori Masyarakat Jaringan Manuel Castells. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat karakteristik budaya partisipatif Jenkins yaitu afiliasi, ekspresi, kolaborasi, dan sirkulasi terwujud secara nyata dalam konten @pasoepatipatrol. Afiliasi terbangun melalui narasi identitas kolektif yang inklusif; ekspresi melalui konten kreatif yang memanfaatkan momen hari nasional; kolaborasi melalui tiga pola yaitu edukatif antargenerasi, horizontal antarkomunitas, dan vertikal lintas institusi; serta sirkulasi melalui hashtag strategis dan distribusi lintas platform. Dalam perspektif Castells, akun ini berhasil menjalankan mass self-communication secara mandiri dan membuktikan prinsip space of flows melampaui batas geografis Sidoarjo.</p>Ahmad Syuhadi Gunawan SyaEdy SudaryantoHajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
Copyright (c) 2026 Ahmad Syuhadi Gunawan Sya; Edy Sudaryanto; Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-232026-07-2360312012810.69957/relasi.v6i03.2967REPRESENTASI EMOSI MELALUI EKSPRESI WAJAH TOKOH DON DALAM OST “SELALU ADA DINADIMU” PADA FILM JUMBO: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2970
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi emosi melalui ekspresi wajah tokoh Don dalam Original Soundtrack (OST) Selalu Ada di Nadimu pada film Jumbo menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya penggunaan komunikasi nonverbal dalam rangkaian adegan OST, sehingga ekspresi wajah menjadi unsur utama dalam menyampaikan makna emosional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa tangkapan layar dari sepuluh adegan yang menampilkan ekspresi wajah tokoh Don. Data dianalisis berdasarkan tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah Don merepresentasikan perjalanan emosi yang berkembang secara bertahap, mulai dari rasa gugup, takut, dan kurang percaya diri, kemudian berubah menjadi kesedihan akibat kehilangan, hingga berkembang menjadi kebahagiaan, harapan, rasa percaya diri, serta ketenangan. Pada tingkat mitos, ekspresi tersebut merepresentasikan nilai-nilai tentang keberanian dalam menghadapi ketakutan, pentingnya harapan, kasih sayang keluarga, dukungan persahabatan, dan penerimaan diri sebagai proses menuju kedewasaan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi wajah sebagai bentuk komunikasi nonverbal memiliki peran penting dalam membangun makna emosional dan menyampaikan pesan tanpa bergantung pada dialog. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi nonverbal, komunikasi visual, dan semiotika media.</p>Dhea Fika SyafrianiHagi Julio Salas
Copyright (c) 2026 Dhea Fika Syafriani; Hagi Julio Salas
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-152026-07-15603668210.69957/relasi.v6i03.2970ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI KECANTIKAN DALAM IKLAN AZARINE HYDRAZOOTHE SUNSCREEN GEL VERSI NATASHA WILONA
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2971
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kecantikan dalam iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel yang dipublikasikan melalui media digital. Data penelitian diperoleh dari video iklan, tangkapan layar setiap adegan, serta unsur visual dan verbal yang muncul dalam iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal, kemudian menganalisisnya pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona merepresentasikan kecantikan perempuan sebagai sosok yang memiliki kulit sehat, segar, terawat, dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Pada tingkat konotasi, kecantikan dimaknai sebagai hasil dari perawatan diri melalui penggunaan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas harian. Pada tingkat mitos, iklan membangun pemahaman bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, melakukan self-care, dan tetap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi produk, tetapi juga membentuk makna sosial mengenai kecantikan perempuan modern yang identik dengan kulit sehat, terawat, dan terlindungi.</p>Clarisya BidariMarini
Copyright (c) 2026 Clarisya Bidari; Marini
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-152026-07-156038310210.69957/relasi.v6i03.2971KOMUNIKASI DIGITAL UNTUK MEMBANGUN CITRA INDUSTRI HALAL INDONESIA MELALUI SOSIAL MEDIA
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2972
<p>Pertumbuhan industri halal global yang semakin pesat menuntut Indonesia untuk memperkuat citra industrinya di pasar internasional melalui strategi komunikasi yang efektif. Dalam konteks digitalisasi global, media digital dan media sosial menjadi instrumen strategis dalam membangun citra, reputasi, serta kepercayaan terhadap industri halal nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi komunikasi digital dalam membangun citra industri halal Indonesia di pasar global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal-jurnal ilmiah bereputasi yang membahas komunikasi digital, branding halal, dan industri halal. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola strategi komunikasi digital yang efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai instrumen utama komunikasi global yang mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan keterlibatan audiens, serta membentuk persepsi positif terhadap industri halal Indonesia. Integrasi teori <em>Diffusion of Innovations</em> dan <em>Elaboration Likelihood Theory</em> menunjukkan bahwa keberhasilan strategi komunikasi digital tidak hanya bergantung pada kecepatan difusi informasi, tetapi juga pada cara pesan diproses secara kognitif melalui jalur sentral dan periferal. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi digital yang terencana dan berbasis nilai merupakan faktor kunci dalam membangun citra industri halal Indonesia di pasar global.</p>Titin Fauziyah RochmawatiSyalira Puti RullianiFebriani Rossa Tea
Copyright (c) 2026 Titin Fauziyah Rochmawati; Syalira Puti Rulliani; Febriani Rossa Tea
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-042026-08-0460312914410.69957/relasi.v6i03.2972MANAJEMEN REDAKSI REPUBLIKA PADA LIVE STREAMING “BERITAIN AJA!” DI TIKTOK @REPUBLIKAONLINE
https://www.aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2991
<p>Pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat ke platform digital, khususnya TikTok yang tercatat sebagai media sosial paling sering diakses di Indonesia pada 2026 dengan persentase 31,8%, mendorong media arus utama untuk mengadaptasi format produksi kontennya. Republika merespons hal ini dengan menghadirkan program <em>live streaming</em> "Beritain Aja!" di TikTok sejak Mei 2025. Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen redaksi Republika dijalankan dalam produksi program tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif (Yin, 2018) dan paradigma konstruktivisme (Denzin & Lincoln, 2009). Teori yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (<em>Planning, Organizing, Actuating, Controlling</em>) dari George R. Terry (1954) yang dioperasionalkan pada tiga tahapan produksi siaran menurut Morissan (2018). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan dari tim produksi, observasi tayangan program, studi literatur, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran program ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran institusional terhadap citra Republika yang dianggap identik dengan pembaca generasi tua, serta dorongan strategis dari pihak TikTok sendiri. Penerapan POAC pada “Beritain Aja!” menunjukkan karakter yang berbeda dari redaksi media berbasis teks, yakni keempat fungsi manajemen berlangsung berhimpitan akibat tuntutan siaran langsung, batas peran antar tim bersifat cair, dan kendali redaksi dibatasi oleh kebijakan platform pihak ketiga. Hambatan yang dihadapi mencakup gangguan teknis berulang, pembatasan kebijakan komunitas TikTok, dan keterbatasan sumber daya manusia.</p>Rizki Alif Al-HikamHenny Sri MulyaniIka Merdekawati Kusmayadi
Copyright (c) 2026 Rizki Alif Al-Hikam; Henny Sri Mulyani; Ika Merdekawati Kusmayadi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-042026-08-0460314515310.69957/relasi.v6i03.2991