IMUNITAS KEDAULATAN NEGARA DAN UJI FUNGSIONAL ASET DALAM EKSEKUSI PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL TERHADAP ASET PROYEK STRATEGIS NASIONAL DI INDONESIA

Authors

  • Intan Permata Sari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.69957/cr.v6i04.2941

Keywords:

Imunitas Kedaulatan Negara, Eksekusi Putusan Arbitase, Konvensi New York 1958, Program Strategis Nasional, Sengketa Investasi

Abstract

Pelaksanaan putusan arbitrase internasional menghadapi dilema ketika eksekusi tersebut menyasar aset negara yang berfungsi sebagai pelayan kepentingan publik. Ketidakjelasan parameter imunitas kedaulatan dalam sistem hukum nasional Indonesia memicu ketegangan antara kewajiban internasional berdasarkan Konvensi New York 1958 dan kewajiban konstitusional negara untuk melindungi aset strategisnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif terhadap sistem hukum Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip acta jure imperii hanya dapat dijadikan dasar yang sah untuk menolak exequatur sepanjang aset yang menjadi objek eksekusi benar-benar menjalankan fungsi kedaulatan yang bersifat publik, dan bukan semata-mata karena aset tersebut berlabel Proyek Strategis Nasional (PSN). Mengingat arbitrase hanya berwenang menyelesaikan sengketa dalam ranah perdagangan dan investasi yang bersifat keperdataan, kualifikasi imunitas tidak dapat ditentukan dari status kepemilikan, melainkan melalui uji fungsional atas penggunaan aset, sehingga aset yang difungsikan untuk aktivitas komersial (acta jure gestionis) tetap dapat menjadi objek eksekusi. Perkembangan dalam Pasal 3J ayat (2) UU 1/2025 membuka ruang bagi eksekusi aset yang telah dijaminkan secara eksplisit, sehingga menghadirkan diferensiasi normatif antara imunitas absolut dan imunitas terbatas yang lebih terukur dalam sistem hukum nasional.

References

Aprilia, F. (2024). Arbitrase Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing: Tinjauan Praktis di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54.

Ardhiwisastra, Y. B. (1999). Imunitas Kedaulatan Negara di Forum Pengadilan Asing. Alumni.

Arif, A. (2021). Aspek Manajemen dan Hukum Perdata Internasional Terhadap Penerapan Batasan Commercial Activity dalam Sengketa Imunitas BUMN Indonesia di Pengadilan Asing. Jurnal Syntax Admiration, 2(7), 1191–1204.

Artana, D. M. Y. D., Ardhya, S. N., & Hadi, I. G. A. A. (2025). Kepastian Hukum Terhadap Jangka Waktu Penetapan Dan Eksekusi Putusan Arbitrase Internasional Di Indonesia (Studi Kasus Putusan--Singapore Internasional Arbitration Centre (SIAC) Daftar No. 051 Tahun 2015 Tanggal 26 Juni 2015, Perkara Arbitrase No. 221 Tahun 2012 Dan No. 236 Tahun 2013). Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(3), 816–826.

Asnawi, M. I., Fitriani, R., Tala, W. S., Tarigan, J. A. P., Daffa, T. M., & Habibi, W. (2024). Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Arbitrase di Negara Berkembang. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 4(3), 124–140.

Baharuddin, M. Y. A. (2024). Peran hukum arbitrase dalam penyelesaian sengketa bisnis nasional: Hukum arbitrase. Jurnal Risalah Kenotariatan, 5(2), 310–320.

binti Yusoff, N., & binti Zulkipli, I. (2025). Resilient Governance in the Age of Populism: Strengthening Public Administration Integrity Through Public Service Remuneration System (SSPA). ASIAN REVIEW OF PUBLIC ADMINISTRATION (ARPA), 33(1), 75–94.

Brahmana, F. F. S., Rahmadani, A. M., Lubis, T. I. M., Syahputra, A., & Alqorni, A. (2024). Menyikapi Tantangan Pelaksanaan Arbitrase Di Indonesia. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(3), 177–182.

Butt, J. S. (2024). The Abuse of Diplomatic Immunity: Examining Cases and Implications for International Relations--A Research. Acta Universitatis Danubius. Relationes Internationales, 17(2), 42–79.

Deng, F. M., & Deng, D. (2023). Reconciling sovereignty with responsibility. Africa in World Politics: Sustaining Reform in a Turbulent World Order.

Dewi, N. W. L., Wibawa, I. G. K. A., & Antara, I. W. (2021). Pengaturan pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase internasional berdasarkan Konvensi New York 1958 di Indonesia. Majalah Ilmiah Universitas Tabanan, 18(1), 121–127.

Dirkareshza, R., Sadiawati, D., Prawira, M. R. Y., Aryaputri, A. S., & Falevi, Y. (2023). Optimalisasi Hukum terhadap Pemenuhan Hak-Hak Pekerja Penyandang Disabilitas atas Akses dan Fasilitas Pendukung di Kabupaten Indramayu. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 10(2), 153–164.

Dodge, W. S. (2024). China’s Foreign State Immunity Law: A View from the United States. Chinese Journal of Transnational Law, 1(2), 137–153.

Dursun, E., Yawar, M. E., & Amani, A. (2025). The Role and Importance of National Economic Law in The International Legal Order. EuroGlobal Journal of Linguistics and Language Education, 2(2), 46–74.

Dwijayanti, I. A. S., Budiartha, I. N. P., & Arini, D. G. D. (2021). Penyelesaian Sengketa Perasuransian oleh Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI). Jurnal Preferensi Hukum, 2(2), 377–381.

Edet, J. E., Antai, G. O., & Itafu, O. O. (2022). Sovereign immunity from legal and arbitral proceedings and execution against the assets of a sovereign state: The evolving paradigm. The Calabar Law Journal, 18(1), 30–44.

Feldman, M. B. (1986). The United States Foreign Sovereign Immunities Act of 1976 in Perspective: A Founder’s View. International & Comparative Law Quarterly, 35(2), 302–319.

Fix, M. P., & Randazzo, K. A. (2010). Judicial deference and national security: Applications of the political question and act of state doctrines. Democracy and Security, 6(1), 1–16.

Franchini, D. (2023). State immunity and third-party limits on the jurisdiction of domestic courts. International & Comparative Law Quarterly, 72(3), 819–835.

Fratini, S., Hine, E., Novelli, C., Roberts, H., & Floridi, L. (2024). Digital Sovereignty: A Descriptive Analysis and a Critical Evaluation of Existing Models. SSRN Electronic Journal, 3(59), 1–27. https://doi.org/10.2139/ssrn.4816020

Hardjomuljadi, S., & others. (2026). Pertanggungjawaban Etik Arbiter dan Implikasinya Terhadap Kekuatan Putusan Arbitrase di Indonesia. Journal of Syntax Literate, 11(1).

Harun, A. A., & others. (2018). Imunitas Aset Negara dalam Perjanjian antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan Pihak Asing dalam Perspektif Hukum Internasional. UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA.

Indrawati, N. (2020). Praktik Ratifikasi Perjanjian Internasional Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-XVI/2018. Law, Development and Justice Review, 3(1), 99–120.

Juliani, H. (2018). Aspek Yuridis Transformasi Hukum Keuangan Publik Ke Keuangan Privat Terhadap Pengelolaan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada {BUMN}. Administrative Law and Governance Journal, 1(1).

Kasim, H. (2018). Arbitrase sebagai mekanisme penyelesaian sengketa penanaman modal. Jurnal Rechtsvinding, 7(1), 79–96.

Lantang, I. (2013). Penerapan Jus Cogens terhadap Praktik Imunitas Negara (Studi Kasus Putusan Icj dalam Kasus Jerman Lawan Italia). Lex Crimen, 2(1).

Liu, G., & Zhang, Z. (2024). Improving public service in economic downturns: Strategies from three governance frameworks. In Handbook Of Public Service Delivery (pp. 340–358). Edward Elgar Publishing.

Majkowska-Szulc, S., & Wowerka, A. (2024). Jurisdiction in Actions for Damages Against Private-law Companies Acting on Behalf of and upon Delegation from a Third State. Gdańskie Studia Prawnicze, 3 (64)/2024, 155–170.

Manika, A. S., Dewi, N. M. T., & Dewi, A. A. M. A. T. (2023). ANALISIS PENGATURAN HAK IMUNITAS TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) YANG TERJERAT KASUS HUKUM. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 9(2), 10–19.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.

McLaren, J. (2015). The taxation of foreign investment in Australia by sovereign wealth funds: Why has Australia not passed laws enshrining the doctrine of sovereign immunity? Journal of Australian Taxation, 17(1), 53–84.

McSheffrey, E. (2026). Execution against Sovereign States in Australia and the Problem of Separate Legal Entities. The Australian Year Book of International Law Online, 43(1), 119–156.

Mujuzi, J. D. (2025). Jurisdictional Immunity in South Africa: Interpreting Section 2 of the Foreign States Immunities Act in Light of Article 6 (2)(b) of the United Nations Convention on Jurisdictional Immunities of States and Their Property, 2004, and its Drafting History. Fundamina: A Journal of Legal History, 31(2), 156–206.

Mutawalli, M. (2023). Negara hukum kedaulatan dan demokrasi (konsepsi teori dan perkembangannya). Pustaka Aksara.

Ningtyas, G. A. (2014). Penerapan Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Terhadap Penyelesaian Sengketa Perdagangan Online (E-commerce) Melalui Arbitrase Online. Brawijaya University.

Okada, Y. (2023). Can Acta Jure Gestionis Be Attributable to the State? A Restrictive Doctrine of State Responsibility. European Journal of International Law, 34(2), 383–414.

Pratiwi, C. S. (2024). HUKUM INTERNASIONAL PUBLIK Konsep Dasar, Norma dan Studi Kasus. UMMPress.

Purwanto, B. (2023). Pembiasan Antara Act of State Doctrine Dan Kekebalan Jurisdiksi. Ganec Swara, 17.

Ridwan, H. R. (2003). Pertanggungjawaban Publik Pemerintah dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 10(22), 27–38.

Rizki, D. M., Roisah, K., & Trihastuti, N. (2021). Pertanggungjawaban Negara atas Acta Jure Imperii Perusahaan yang Diduga BUMN (Studi Terhadap Kasus Emilio Agustin Maffezini V. Kingdon of Spain). Diponegoro Law Journal, 10(1), 108–123.

Sari, R., & Irianti, R. A. D. (2019). Penyelesaian Klaim Perjanjian Asuransi Secara Ex Gratia ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Pamulang Law Review, 2(1), 47–54.

Schimmel, N. (2022). Trapped by sovereignty: The fate of internally displaced persons and their lack of equal human rights protection under international law. World Affairs, 185(3), 500–529.

Sefriani, A., & others. (2010). Imunitas Negara Asing Di Depan Pengadilan Nasional Dalam Kasus Pelanggaran HAM Yang Berat Konsekuensi Hukum Jus Cogens Terhadap Imunitas Negara. Ius Quia Iustum Law Journal, 17(1), 21–40.

Simangunsong, N. Y. (2025). ISDS dan arbitrase investasi dalam menjaga keseimbangan antara hak investor dan kedaulatan negara. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11. A), 135–146.

Sinaga, V. S. (2019). Hukum Perjanjian Internasional: Diskursus Tentang Konvensi Wina 1969. Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.

Sitompul, M. H. Z., & Ansari, T. S. (2023). Kepastian Hukum Eksekusi Dan Penolakan Putusan Arbitrase Syariah. YUSTISI, 10(3), 139–146.

Situngkir, D. A. (2019). Perjanjian Internasional Dan Dampaknya Bagi Hukum Nasional. Kertha Wicaksana, 13(1), 19–25.

Van Panhuys, H. F. (1964). In the borderland between the act of state doctrine and questions of jurisdictional immunities. International & Comparative Law Quarterly, 13(4), 1193–1213.

Von Mehren, R. B. (1978). The Foreign Sovereign Immunities Act of 1976. Colum. J. Transnat’l L., 17, 33.

Wardana, A., & Darmawardana, D. A. (2024). Pembangunan sebagai proses eksklusi: Kajian hukum dan ekonomi-politik atas proyek strategis nasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(2), 259–288. https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no2.1580

Widagdo, S., & Ardhiansyah, A. (2020). Kekebalan dan Hak-hak Istimewa dalam Hubungan Diplomatik Menurut Konvensi Wina 1961. Universitas Brawijaya Press.

Yuliawan, T. M. (2026). Recalibrating Sovereign Immunity: Functional Commerciality and the Execution of Investment Arbitration Awards. Journal of State Public Policy, 1(3), 40–53.

Yuniarti, E., & Mahatma, B. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Investor dalam Investasi Digital di Indonesia: Analisis Kebijakan dan Tantangan Regulasi di Era Digital. Jurnal Ilmu Politik Dan Hukum, 1(2).

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Sari, I. P. (2026). IMUNITAS KEDAULATAN NEGARA DAN UJI FUNGSIONAL ASET DALAM EKSEKUSI PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL TERHADAP ASET PROYEK STRATEGIS NASIONAL DI INDONESIA. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916), 6(04), 42–61. https://doi.org/10.69957/cr.v6i04.2941

Issue

Section

ILMU HUKUM